Pengembangan Pribadi – Mendengar Aktif

Kawan, sejauh mana tingkatan mendengar kamu saat diajak bicara orang lain?

TINGKATAN MENDENGAR
¤ Mengabaikan ~tidak berusaha mendengar
¤ Pura-pura Mendengar ~berbuat seolah-olah mendengar
¤ Mendengar Secara Selektif ~mendengar hanya pada bagian-bagian penting saja.
¤ Mendengar dengan Penuh Perhatian ~memberi perhatian dan fokus pada apa yang dikatakan si pembicara dan membandingkan dengan pengalaman sendiri
¤ Mendengar Aktif ~Mendengar dan merespon dengan hati maupun pikiran untuk mengerti perkataan, maksud dan perasaan si pembicara

MENDENGAR AKTIF
Proses komunikasi lengkap untuk mengungkap kembali pesan yang disampaikan ORANG LAIN, dan memeriksa ulang apakah penangkapan dan pengertian kita sudah sama dengan ORANG LAIN.

TUJUAN MENDENGAR AKTIF
¤ Membantu orang lain beralih dari masalah yang tampak ke masalah yang lebih mendasar
¤ Mencegah kita memberikan pemecahan masalah
¤ Membantu lawan bicara memecahkan masalah secara mandiri
¤ Merangsang terbentuknya hubungan yang lebih hangat.

Mengapa kita perlu tahu apa itu mendengar aktif?
Kadang kita mendengar kawan atau siapapun menyampaikan keluh kesahnya alias curhat sama kita. Namun, terkadang sebenarnya orang yang curhat sama kita tuh udah tau solusinya sendiri. Hanya mereka ingin mengeluarkan uneg2 di kepalanya.
Atau contoh permasalahan lainnya. Tentu kamu pernah punya masalah, cerita sama temen, tapi kamu malah ga’ terima saat mereka kasih saran. Ya kan? Ngaku aja deh…
Itulah pentingnya untuk bisa MENDENGAR AKTIF. Saat kita punya masalah, terkadang kita nggak pengin dikasih solusi sama orang lain, mungkin saat itu kita hanya butuh waktu untuk memecahkannya.
Masih banyak permasalahan lain sehingga kita harus mendengar aktif.

Contoh.

Orang lain: “Aku bener-bener nggak kerasan ngekost di sini, aku susah tidur. Kamar kost sebelah kalau nyetel musik kerasnya minta ampiun. Aku mau cari kost yang sepi, kalau perlu dekat kuburan”.
Kita: “Kamu sangat jengkel karena terganggu dengan suara musik dari kamar sebelah ya…?”

Mungkin pesanku adalah kalau nggak harus banget, sebaiknya jangan ngasih solusi sebelu yang bicara sama kita nggak memintanya agar nggak dikira sok…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: